Senin, 03 Juni 2019

Bagaimana bisa rokok merusak kesehatan jantung? Menyebabkan penyakit jantung koroner *OMG*


Nama                           : Rizqi Ayu Safitri
Nim                               : C1AA18099
https://awsimages.detik.net.id/content/2012/05/29/763/drrokokdpn.jpg

Rokok.  kalian pasti sudah tahu kan apasi rokok itu. Apalagi kaum Adam pasti sudah tidak familiar lagi dengan yang namanya rokok.
Rokoksigaret, atau cerutu adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau kering yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung yang lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam saku. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memeringatkan perokok akan bahaya kesehatan yang memeringatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya pesan tersebut sering diabaikan), (wikipedia).
Rokok begitu banyak efek negatifnya selain pemborosan ekonomi rokok juga membuat orang-orang yang di sekitar anda tidak nyaman oleh asapnya.


Penyakit Jantung Koroner (PJK)


https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fcdn2.
merupakan salah satu bentuk penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. PJK adalah suatu penyakit degeneratif yang berkaitan dengan gaya hidup, dan sosial ekonomi masyarakat.(Bustan MN 2007)
Bagaimana bisa rokok merusak kesehatan jantung? Dan menyebabkan penyakit jantung koroner?
Penyakit jantung koroner terjadi bila pembuluh arteri koroner tersebut tersumbat atau menyempit karena endapan lemak, yang secara bertahap menumpuk di dinding srteri. Proses penumpukan itu disebut aterosklerosis, dan bisa terjadi di pembuluh arteri lainnya, tidak hanya pada arteri koroner (Citrakesumasari, 2008)
Penyempitan arteri koroner ini biasa disebut arteriosclerosis, dan salah satu bentuk arteriosclerosis adalah penyempitan karena lemak jenuh, yang disebut atherosclerosis. Dalam proses ini, lemak-lemak terkumpul di dinding arteri dan penebalan ini menghasilkan permukaan yang kasar pada dinding arteri dan juga penyempitan arteri koroner. Hal ini membuat kemungkinan adanya penggumpalan darah pada bagian arteri yang menyempit ini. Jika darah terus menggumpal, maka tidak ada lagi darah yang bisa mengalir karena darah ini diblok oleh gumpalan darah yang sudah menjadi keras.(brittlate,2007)
Salah satu faktor resiko utama penyebab terjadinya penyakit jantung koroner adalah merokok. Orang yang merokok >20 batang per hari dapat menyebabkan beban miokard bertambah karena rangsangan oleh katekolamin dan menurunnya konsumsi 02 akibat inhalasi co atau dengan perkataan lain dapat menyebabkan Tahikardi, vasokonstrisi pembuluh darah, merubah permeabilitas dinding pembuluh darah dan merubah 5-10 % Hb menjadi carboksi –Hb.
Di Amerika, penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan karena penyempitan arteri koronaria akibat proses aterosklerosis atau spasme atau kombinasi keduanya. Di USA setiap tahunnya 550.000 orang meninggal karena penyakit ini. Di Eropa diperhitungkan 20.000 – 40.000 orang dari 1 juta penduduk menderita penyakit jantung koroner (Citrakesumasari, 2008).
Berdasarkan Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Federasi Jantung Sedunia (WHF) bahwa jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. WHO memprediksi penyakit jantung akan menjadi penyebab utama kematian di negara-negara Asia pada tahun 2010. Saat ini tercatat lebih dari 7 juta orang meninggal di seluruh dunia pada tahun 2002 akibat penyakit jantung koroner. Angka ini di perkirakan meningkat hingga 11 juta di tahun 2020 (Nurhaedar Jafar, 2010).
Di negara berkembang sendiri dari tahun 1990 sampai 2020, angka kematian akibat penyakit jantung koroner akan meningkat 137% pada laki-laki dan 120% pada wanita, sedangkan di negara maju peningkatannya lebih rendah yaitu 48% pada laki-laki dan 29% pada wanita. Di tahun 2020 diperkirakan penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab kematian 25 orang setiap tahunnya. Oleh karena itu, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomor satu didunia (Martini K, 2006: 22).
Bagaimana mencegah penyakit jantung?
1.    Jangan merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang perlu Anda tinggalkan. Merokok memberikan tubuh Anda stres oksidatif yang dapat meningkatkan perkembangan plak lemak di dalam pembuluh jantung koroner Anda.
2.     Pola makan yang sehat
Bagaimana pola makan yang sehat? Prinsip dasar pola makan sehat untuk jantung Anda adalah:
Ø  pola makan tinggi buah dan sayuran,
Ø  makanan kaya gandum (oat),
Ø  sumber protein seperti ikan.
Ø  Makanan yang dimakan harus rendah garam dan lemak saturasi.
Ø  Hindari lemak saturasi yang buruk untuk jantung, banyak dijumpai pada junk food dan makanan yang digoreng.
Ø  Makanan lebih baik direbus, dikukus atau dipanggang daripada digoreng.
3.    Jaga berat badan ideal Anda
Menurunkan beberapa kilogram berat badan Anda dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Berat badan berlebih biasanya lekat kaitannya dengan penyakit jantung, diabetes, dan kadar kolesterol yang buruk.
4.    Tetap aktif!
Apapun itu olahraganya, mulailah sekarang! Olahraga dapat menjaga berat badan Anda tetap ideal, menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke.
Pilihlah olahraga yang Anda suka, bisa dimulai dari bermain bulutangkis atau sampai berjalan cepat di sekitar rumah.
5.    Batasi alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah tinggi yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan penyakit jantung Selain itu, alkohol yang berlebihan meningkatkan terjadinya penyakit hati.
6.    Hindari stress
Stres berhubungan dengan sistem imun dan terjadinya penyakit. Jika Anda sedang berada dibawah tekanan dan stres, carilah pertolongan, bicaralah dengan orang terdekat atau lakukan kegiatan yang Anda suka untuk menurunkan tingkat stres Anda!(kemkes 2019)
7.    Kontrol ke dokter
Banyak orang yang takut untuk kontrol ke dokter. Padahal degan melakukan konsultasi dan pemeriksaan, Anda dapat mencegah berbagai penyakit pada tahap dini. Jadi janganlah menunda datang ke dokter sampai penyakit serius sudah menyerang Anda






Daftar Pustara
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2/2 3-06-2019
Bustan MN. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Rineka Cipta. Jakarta; 2007.
Brittlate. Penyakit jantung koroner yang mematikan. http://www.forumsains. com/index.php?page=33; 2007
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Cegah Diri Dari Penyakit Jantung.
Diastutik, Desy.2016. Proporsi Karakteristik Penyakit Jantung Koroner Pada Perokok Aktif Berdasarkan Karakteristik Merokok. Jurnal Berkala Epidemiologi. Vol. 4 No. 3.
Makalew,Stelli. Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Poli Klinik Jantung di RSUD Prof.Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Pattilima,D.V. Hartono,A.B. Trisno Agung Wibowo,T.A. 2017 Perilaku merokok pada pasien jantung koroner:studi di rumah sakit Saras Husada Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Journal of Community Medicine and Public Health)Volume 33 Nomor 1.
Iskandar.  Hadi , Abdul Alfridsyah.2017. Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aaceh Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal. Vol 2(1): 32-42.
HJERMANN, I. HOLME, I. BYRE,K.V.LEREN, P. 1981. Effect Of Diet and Smoking Intervention on The Incidence Of Coronary Heart Disease. The Lancet.
Joseph T. Doyle, MD. Thomas R. Dawber, MD. William B. Kannel, MD. Sandra H. Kinch, MS. and Harold A. Kahn, MA. 1964. The Relationship of Cigarette Smoking to Coronary Heart Disease .JAMA. vol 190 no10